Tuesday, 17 April 2018

Buku Bersampul Ungu


Pada saat mengikuti pendidikan karakter, di awal masuk kuliah dulu. Saya banyak mendapatkan motivasi dalam menjalani aktivitas sebagai mahasiswa. Salah satunya, waktu itu kami diajarkan membuat perencanaan ataupun cita-cita yang ingin kami capai ke depannya dan menuliskannya.

Menulis impian, cita-cita, atau apapun yang kita inginkan di kertas, di buku atau di mana pun ini juga saya dapatkan dari video motivasi yang pernah saya tonton. Di mana dalam video itu ada seseorang yang menuliskan keinginan dan cita-citanya di selembar kertas. Yang beberapa tahun kemudian, hampir semua keinginan yang ditulisnya dalam lembaran tersebut menjadi kenyataan.

Hal ini pun saya lakukan walau tidak detail dan hanya berupa poin-poin. Karena saya kadang bingung sendiri saat harus menyusun hal-hal seperti ini. Kadang juga, meskipun saya telah menuliskan akan melakukan suatu kegiatan di hari tertentu, tapi pada akhirnya tidak jadi saya lakukan karena satu dan lain hal. Kebanyakan sih karena malas hehe.

Tapi, tanpa saya sadari ada beberapa keinginan yang pernah saya tulis dan Alhamdulillah menjadi kenyataan. Saya baru menyadarinya beberapa jam yang lalu.

Ceritanya, saya ingin menuliskan beberapa hal penting di buku. Saya pun mengambil buku bersampul ungu di meja belajar saya. Dalam buku itu terdapat beberapa catan-catatan saya semasa kuliah. Saya melihat masih banyak lembaran kosong di buku itu. Tanpa sengaja saya membuka lembaran bagian tengah dari buku yang hampir dua tahun ini tidak pernah saya sentuh.

Saya menemukan tulisan berupa point-point keinginan yang saya tulis yang di atasnya saya beri judul My Dream. Kemudian saya membaca point demi point yang tertulis di halaman itu. Lalu saya membuka lembaran-lembaran selanjutnya yang berisi planning  saya di tahun 2016. Saya pun baru mengingat bahwa dulu saya berniat menuliskan hal-hal yang harus saya lakukan di tahun itu perbulannya. Tapi, hanya ada bulan-bulan tertentu yang terisi.

Saya tertegun, kemudian membaca ulang semuanya dan waoo beberapa hal yang pernah saya tulis memang terwujud. Bahkan ada keinginan yang saya tulis benar-benar terwujud seperti pada waktu yang saya harapkan.

Apakah ini bisa disebut sebuah keajaiban? Mungkin iya. Karena Allah maha mendengar dan maha mengetahui keinginan hambanya. Tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Selama kita pun mau berusaha.

Dari beberapa hal yang saya tulis, memang masih banyak yang belum terwujud. Tapi itu juga karena saya yang kurang mengusahakan agar dapat mencapai hal tersebut. Begitupun dengan keinginan saya yang menjadi nyata, karena saya benar-benar berusaha sekuat tenaga dalam meraihnya.

Yah memang benar Allah tidak akan mengubah nasib kita kalau kita sendiri tidak mengubahnya. Tidak mungkin keinginan kita bisa terkabul, sedang kita hanya berdiam diri dan mengharap pada keajaiban alam.

Begitupun ketika saya ingin belajar mengendarai motor. Padahal dulu rasanya saya sangat mustahil akan bisa. Karena bersepeda pun saya tak tahu. Tapi, dengan usaha yang saya lakukan dengan pantang menyerah. Meski harus jatuh bangun sampai berdarah-darah. Pada akhirnya saya bisa.

Sebenarnya, segala sesuatunya itu bukan karena kita tidak bisa atau tidak mampu. Tapi bagaimana usaha dan kerja keras kita untuk membalik suatu kemustahilan menjadi sebaliknya. Menolak menyerah dan terus berusaha serta berdoa. Lalu selebihnya, berserah diri kepada Allah yang akan menentukan hasil atas apa yang sudah kita usahakan semaksimal mungkin.

No comments:

Post a Comment