Pada saat mengikuti pendidikan karakter, di awal
masuk kuliah dulu. Saya banyak mendapatkan motivasi dalam menjalani aktivitas
sebagai mahasiswa. Salah satunya, waktu itu kami diajarkan membuat perencanaan
ataupun cita-cita yang ingin kami capai ke depannya dan menuliskannya.
Menulis impian, cita-cita, atau apapun yang kita
inginkan di kertas, di buku atau di mana pun ini juga saya dapatkan dari video
motivasi yang pernah saya tonton. Di mana dalam video itu ada seseorang yang
menuliskan keinginan dan cita-citanya di selembar kertas. Yang beberapa tahun
kemudian, hampir semua keinginan yang ditulisnya dalam lembaran tersebut
menjadi kenyataan.
Hal ini pun saya lakukan walau tidak detail dan
hanya berupa poin-poin. Karena saya kadang bingung sendiri saat harus menyusun
hal-hal seperti ini. Kadang juga, meskipun saya telah menuliskan akan melakukan
suatu kegiatan di hari tertentu, tapi pada akhirnya tidak jadi saya lakukan
karena satu dan lain hal. Kebanyakan sih karena malas hehe.
Tapi, tanpa saya sadari ada beberapa keinginan yang
pernah saya tulis dan Alhamdulillah menjadi kenyataan. Saya baru menyadarinya
beberapa jam yang lalu.
Ceritanya, saya ingin menuliskan beberapa hal
penting di buku. Saya pun mengambil buku bersampul ungu di meja belajar saya.
Dalam buku itu terdapat beberapa catan-catatan saya semasa kuliah. Saya melihat
masih banyak lembaran kosong di buku itu. Tanpa sengaja saya membuka lembaran
bagian tengah dari buku yang hampir dua tahun ini tidak pernah saya sentuh.
Saya menemukan tulisan berupa point-point keinginan
yang saya tulis yang di atasnya saya beri judul My Dream. Kemudian saya membaca point demi point yang tertulis di
halaman itu. Lalu saya membuka lembaran-lembaran selanjutnya yang berisi planning saya di tahun 2016. Saya pun baru mengingat
bahwa dulu saya berniat menuliskan hal-hal yang harus saya lakukan di tahun itu
perbulannya. Tapi, hanya ada bulan-bulan tertentu yang terisi.
Saya tertegun, kemudian membaca ulang semuanya dan
waoo beberapa hal yang pernah saya tulis memang terwujud. Bahkan ada keinginan
yang saya tulis benar-benar terwujud seperti pada waktu yang saya harapkan.
Apakah ini bisa disebut sebuah keajaiban? Mungkin
iya. Karena Allah maha mendengar dan maha mengetahui keinginan hambanya. Tak
ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Selama kita pun mau
berusaha.
Dari beberapa hal yang saya tulis, memang masih
banyak yang belum terwujud. Tapi itu juga karena saya yang kurang mengusahakan
agar dapat mencapai hal tersebut. Begitupun dengan keinginan saya yang menjadi
nyata, karena saya benar-benar berusaha sekuat tenaga dalam meraihnya.
Yah memang benar Allah tidak akan mengubah nasib
kita kalau kita sendiri tidak mengubahnya. Tidak mungkin keinginan kita bisa
terkabul, sedang kita hanya berdiam diri dan mengharap pada keajaiban alam.
Begitupun ketika saya ingin belajar mengendarai
motor. Padahal dulu rasanya saya sangat mustahil akan bisa. Karena bersepeda
pun saya tak tahu. Tapi, dengan usaha yang saya lakukan dengan pantang
menyerah. Meski harus jatuh bangun sampai berdarah-darah. Pada akhirnya saya
bisa.
Sebenarnya, segala sesuatunya itu bukan karena kita
tidak bisa atau tidak mampu. Tapi bagaimana usaha dan kerja keras kita untuk
membalik suatu kemustahilan menjadi sebaliknya. Menolak menyerah dan terus
berusaha serta berdoa. Lalu selebihnya, berserah diri kepada Allah yang akan menentukan
hasil atas apa yang sudah kita usahakan semaksimal mungkin.
No comments:
Post a Comment